YM admin

Komentar Anda

Selamat Datang

_TOTAL_VISITORS2169

Jam Hari ini

SELAMAT DATANG DI D3 TKJ KOTA PARIAMAN
informasi from jardiknas.sumbar PDF
Ditulis Oleh dafwen toresa   
Tuesday, 24 February 2009
Mitra SEAMOLEC PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Dafwen Toresa   

Mitra SEAMOLEC adalah individu dan institusi yang menjadi partner SEAMOLEC dalam melaksanakan program PJJ. Para MITRA SEAMOLEC ini diharapkan dapat menjamin pelaksanaan PJJ sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga didapat hasil lulusan yang setara kompetensinya dengan lulusan sistem pembelajaran tatap muka. Untuk mencapai hal tersebut, maka diperlukan standar minimum yang jelas untuk pelaksanaan program, termasuk standar untuk para pelaksana program PJJ dalam hal ini para MITRA SEAMOLEC.

Secara umum, kemitraan pada program Pendidikan Jarak Jauh di SEAMOLEC terdiri atas:

  1. Mitra 100
  2. Mitra 150
  3. Mitra 500
  4. Mitra 7000

Setiap angka yang tertulis adalah simbol, dan merupakan nilai minimal yang ditargetkan untuk setiap jenis kemitraan. Setiap mitra juga memiliki karakteristik yang khas dan persyaratan yang bersifat umum serta khusus untuk setiap jenisnya.

Mitra 100 adalah satu-satunya mitra yang bersifat individu. Hal ini dilatarbelakangi bahwa di dalam melaksanakan tugas untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, dibutuhkan orang-orang yang mampu menjadi penyambung informasi antara SEAMOLEC dengan institusi di daerah serta kepada masyarakat yang bersentuhan dengan program-program SEAMOLEC.

Selain itu, untuk menjaga keberlangsungan program dan untuk memonitor pelaksanaan seluruh program, dibutuhkan orang-orang yang berdedikasi tinggi serta memahami kondisi sosial di masing-masing daerah, baik yang berada di dalam lingkup wilayah Republik Indonesia maupun di dalam wilayah ASEAN.
im yang mampu untuk menyambung informasi ini, memiliki dedikasi yang tinggi serta mengenal kondisi geografis dan sosial di masing-masing daerah inilah yang disebut dengan Mitra100.

Program Pendidikan Jarak Jauh merupakan program dalam bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tentu saja membutuhkan lembaga penyelenggara pendidikan. Namun, penyelenggara pendidikan yang dimaksud haruslah penyelenggara yang memiliki kemampuan di dalam PJJ, memiliki komitmen untuk menjaga mutu serta memiliki sarana dan prasarana yang mencukupi untuk melaksanakan seluruh program. Oleh sebab itu, maka dibentuklah Mitra 150 yang terdiri atas Perguruan Tinggi dan P4TK maupun insititusi penyelenggara pendidikan dan pelatihan lainnya yang nantinya akan menjadi Mitra dari SEAMOLEC untuk penyelenggaraan PJJ dengan mengedepankan mutu, kualitas dan pencapaian kompetensi lulusan.

Kondisi geografis Indonesia yang amat luas serta terbagi atas berbagai propinsi maupun kabupaten jelas merupakan sebuah tantangan di dalam menerapkan program pendidikan dan pelatihan, khususnya dalam perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan. Mitra150 yang dibentuk, sebagian besar hanya berada di Ibukota propinsi maupun kota-kota besar saja, sehingga agar akses dapat lebih merata serta ada penjaminan terhadap mutu pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan, dibutuhkan institusi di seluruh kabupaten dan kota yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan peserta. Insitusi inilah yang disebut dengan Mitra500 yang terdiri atas ICT Center, SBI, ETC, SLTA Terbaik maupun KKG/MGMP yang telah memenuhi standar Mitra500 dari SEAMOLEC.

Tahapan berikutnya setelah Mitra 500 adalah mengembangkan program kemitraan ini hingga ke seluruh kecamatan yang ada, sehingga akses terhadap pendidikan menjadi lebih mudah dan lebih murah bagi masyarakat sekitar. Untuk mewujudkan hal inilah maka dibentuk Mitra 7000 yang berlokasi pada KKG/MGMP disetiap kecamatan.

 

Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 23 March 2009 )
 
load balancing mikrotik PDF
Ditulis Oleh budi   
Tuesday, 24 February 2009
Load-balancing & Fail-over di MikroTik
 
 
Kondisi : ISP dimana kita bekerja sebagai Administrator menggunakan lebih dari satu gateway untuk terhubung ke Internet. Semuanya harus dapat melayani layanan upstream & downstream. Karena akan beda kasusnya apabila salah satunya hanya dapat melayani downstream, contohnya jika menggunakan VSAT DVB One-way.
Untuk kasus ini dimisalkan ISP memiliki 2 jalur ke Internet. Satu menggunakan akses DSL (256 Kbps) dan lainnya menggunakan Wireless (512 Kbps). Dengan rasio pemakaian DSL:Wireless = 1:2 .
 
Yang akan dilakukan :
Menggunakan semua jalur gateway yang tersedia dengan teknik load-balancing.
Menjadikan salah satunya sebagai back-up dengan teknik fail-over.
 
OK, mari saja kita mulai eksperimennya :
IP address untuk akses ke LAN :
> /ip address add address=192.168.0.1/28 interface=LAN
IP address untuk akses ke jalur DSL :
> /ip address add address=10.32.57.253/29 interface=DSL
IP address untuk akses ke jalur Wireless :
> /ip address add address=10.9.8.2/29 interface=WIRELESS
Tentukan gateway dengan rasionya masing-masing :
> /ip route add gateway=10.32.57.254,10.9.8.1,10.9.8.1
Pada kasus untuk teknik fail-over. Diasumsikan jalur utama melalui Wireless dengan jalur DSL sebagai back-up apabila jalur utama tidak dapat dilalui. Untuk mengecek apakah jalur utama dapat dilalui atau tidak, digunakan command ping.
> /ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=192.168.0.0/28 action=mark-routing new-routing-mark=SUBNET1-RM
> /ip route add gateway=10.9.8.1 routing-mark=SUBNET1-RM check-gateway=ping
> /ip route add gateway=10.32.57.254
Good Luck!!
PCQ
 
Dengan menggunakan queue type pcq di Mikrotik, kita bisa membagi bandwidth yang ada secara merata untuk para pelahap-bandwidth™ saat jaringan pada posisi peak.
 
Contohnya, kita berlangganan 256 Kbps. Kalau ada yang sedang berinternet ria, maka beliau dapat semua itu jatah bandwidth. Tetapi begitu teman-temannya datang, katakanlah 9 orang lagi, maka masing-masingnya dapat sekitar 256/10 Kbps. Yah.. masih cukup layaklah untuk buka-buka situs non-porn atau sekedar cek e-mail & blog .
 
OK, langsung saja ke caranya :
Asumsi : Network Address 192.168.169.0/28, interface yang mengarah ke pengguna diberi nama LAN, dan interface yang mengarah ke upstream provider diberi nama INTERNET;
Ketikkan di console atau terminal :
> /ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.169.0/28 action=mark-connection new-connection-mark=NET1-CM
> /ip firewall mangle add connection-mark=NET1-CM action=mark-packet new-packet-mark=NET1-PM chain=forward
> /queue type add name=downsteam-pcq kind=pcq pcq-classifier=dst-address
> /queue type add name=upstream-pcq kind=pcq pcq-classifier=src-address
> /queue tree add parent=LAN queue=DOWNSTREAM packet-mark=NET1-PM
> /queue tree add parent=INTERNET queue=UPSTREAM packet-mark=NET1-PM
Good Luck!!
Memanipulasi ToS ICMP & DNS di MikroTik
 
Tujuan :
Memperkecil delay ping dari sisi klien ke arah Internet.
Mempercepat resolving hostname ke ip address.
 
Asumsi : Klien-klien berada pada subnet 10.10.10.0/28
Memanipulasi Type of Service untuk ICMP Packet :
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.0/28 protocol=icmp action=mark-connection new-connection-mark=ICMP-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=ICMP-CM action=mark-packet new-packet-mark=ICMP-PM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting packet-mark=ICMP-PM action=change-tos new-tos=min-delay
Memanipulasi Type of Service untuk DNS Resolving :
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.0/28 protocol=tcp dst-port=53 action=mark-connection new-connection-mark=DNS-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.0/28 protocol=udp dst-port=53 action=mark-connection new-connection-mark=DNS-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=DNS-CM action=mark-packet new-packet-mark=DNS-PM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting packet-mark=DNS-PM action=change-tos new-tos=min-delay
Menambahkan Queue Type :
> queue type add name=”PFIFO-64″ kind=pfifo pfifo-limit=64
Mengalokasikan Bandwidth untuk ICMP Packet :
> queue tree add name=ICMP parent=INTERNET packet-mark=ICMP-PM priority=1 limit-at=8000 max-limit=16000 queue=PFIFO-64
Mengalokasikan Bandwidth untuk DNS Resolving :
> queue tree add name=DNS parent=INTERNET packet-mark=DNS-PM priority=1 limit-at=8000 max-limit=16000 queue=PFIFO-64
Good Luck!!
 
Queue Tree with more than two interfaces
 
Basic Setup
 
This page will tak about how to make QUEUE TREE in RouterOS that with Masquerading for more than two interfaces. It’s for sharing internet connection among users on each interfacess. In manual this possibility isn’t writted.
 
First, let’s set the basic setting first. I’m using a machine with 3 or more network interfaces:
 
[admin@instaler] > in pr
Selengkapnya...
 
Welcome to Diknas kota pariaman PDF
Ditulis Oleh Web Master   
Saturday, 12 June 2004
Selamat datang di web d3 tkj pariaman   kota pariaman semoga website ini lebih menambah wawasan kita di bidang IT.maupun  dalam teknologi IT,dan kami selaku mahasiswa D3tkj kota pariaman akan berusaha mengembangkan system teknologi informasi sumbar pariaman pada khususnya.dan harapan kami Para mahasiswa d3 tkj semoga teknologi informasi sumbar lebih maju lagi untuk kedepan amin, selamat belajar dan berkarya by budi jaya.ccna .....
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 21 February 2009 )
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 4 dari 5

Jejak Pendapat

Gimana Menurut Anda Tampilan Web D3TKJ Kota Pariaman Sumbar
 

Who's Online

INFORMATION TEKNOLOGI

Profil D3 TKJ Pariaman -

              tkj sumbar bersatu untuk maju

hii d3tkj kota pariaman semoga dengan website ini tkj pariaman bisa lebih mangenali tentang IT di daerah masing-masing.semoga perkembangan IT di daerah kita pariaman khusus nya



load balancing mikrotik -
Load-balancing & Fail-over di MikroTik
 
 
Kondisi : ISP dimana kita bekerja sebagai Administrator menggunakan lebih dari satu gateway untuk terhubung ke Internet. Semuanya harus dapat melayani layanan upstream & downstream. Karena akan beda kasusnya apabila salah satunya hanya dapat melayani downstream, contohnya jika menggunakan VSAT DVB One-way.
Untuk kasus ini dimisalkan ISP memiliki 2 jalur ke Internet. Satu menggunakan akses DSL (256 Kbps) dan lainnya menggunakan Wireless (512 Kbps). Dengan rasio pemakaian DSL:Wireless = 1:2 .
 
Yang akan dilakukan :
Menggunakan semua jalur gateway yang tersedia dengan teknik load-balancing.
Menjadikan salah satunya sebagai back-up dengan teknik fail-over.
 
OK, mari saja kita mulai eksperimennya :
IP address untuk akses ke LAN :
> /ip address add address=192.168.0.1/28 interface=LAN
IP address untuk akses ke jalur DSL :
> /ip address add address=10.32.57.253/29 interface=DSL
IP address untuk akses ke jalur Wireless :
> /ip address add address=10.9.8.2/29 interface=WIRELESS
Tentukan gateway dengan rasionya masing-masing :
> /ip route add gateway=10.32.57.254,10.9.8.1,10.9.8.1
Pada kasus untuk teknik fail-over. Diasumsikan jalur utama melalui Wireless dengan jalur DSL sebagai back-up apabila jalur utama tidak dapat dilalui. Untuk mengecek apakah jalur utama dapat dilalui atau tidak, digunakan command ping.
> /ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=192.168.0.0/28 action=mark-routing new-routing-mark=SUBNET1-RM
> /ip route add gateway=10.9.8.1 routing-mark=SUBNET1-RM check-gateway=ping
> /ip route add gateway=10.32.57.254
Good Luck!!
PCQ
 
Dengan menggunakan queue type pcq di Mikrotik, kita bisa membagi bandwidth yang ada secara merata untuk para pelahap-bandwidth™ saat jaringan pada posisi peak.
 
Contohnya, kita berlangganan 256 Kbps. Kalau ada yang sedang berinternet ria, maka beliau dapat semua itu jatah bandwidth. Tetapi begitu teman-temannya datang, katakanlah 9 orang lagi, maka masing-masingnya dapat sekitar 256/10 Kbps. Yah.. masih cukup layaklah untuk buka-buka situs non-porn atau sekedar cek e-mail & blog .
 
OK, langsung saja ke caranya :
Asumsi : Network Address 192.168.169.0/28, interface yang mengarah ke pengguna diberi nama LAN, dan interface yang mengarah ke upstream provider diberi nama INTERNET;
Ketikkan di console atau terminal :
> /ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.169.0/28 action=mark-connection new-connection-mark=NET1-CM
> /ip firewall mangle add connection-mark=NET1-CM action=mark-packet new-packet-mark=NET1-PM chain=forward
> /queue type add name=downsteam-pcq kind=pcq pcq-classifier=dst-address
> /queue type add name=upstream-pcq kind=pcq pcq-classifier=src-address
> /queue tree add parent=LAN queue=DOWNSTREAM packet-mark=NET1-PM
> /queue tree add parent=INTERNET queue=UPSTREAM packet-mark=NET1-PM
Good Luck!!
Memanipulasi ToS ICMP & DNS di MikroTik
 
Tujuan :
Memperkecil delay ping dari sisi klien ke arah Internet.
Mempercepat resolving hostname ke ip address.
 
Asumsi : Klien-klien berada pada subnet 10.10.10.0/28
Memanipulasi Type of Service untuk ICMP Packet :
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.0/28 protocol=icmp action=mark-connection new-connection-mark=ICMP-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=ICMP-CM action=mark-packet new-packet-mark=ICMP-PM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting packet-mark=ICMP-PM action=change-tos new-tos=min-delay
Memanipulasi Type of Service untuk DNS Resolving :
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.0/28 protocol=tcp dst-port=53 action=mark-connection new-connection-mark=DNS-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.0/28 protocol=udp dst-port=53 action=mark-connection new-connection-mark=DNS-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=DNS-CM action=mark-packet new-packet-mark=DNS-PM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting packet-mark=DNS-PM action=change-tos new-tos=min-delay
Menambahkan Queue Type :
> queue type add name=”PFIFO-64″ kind=pfifo pfifo-limit=64
Mengalokasikan Bandwidth untuk ICMP Packet :
> queue tree add name=ICMP parent=INTERNET packet-mark=ICMP-PM priority=1 limit-at=8000 max-limit=16000 queue=PFIFO-64
Mengalokasikan Bandwidth untuk DNS Resolving :
> queue tree add name=DNS parent=INTERNET packet-mark=DNS-PM priority=1 limit-at=8000 max-limit=16000 queue=PFIFO-64
Good Luck!!
 
Queue Tree with more than two interfaces
 
Basic Setup
 
This page will tak about how to make QUEUE TREE in RouterOS that with Masquerading for more than two interfaces. It’s for sharing internet connection among users on each interfacess. In manual this possibility isn’t writted.
 
First, let’s set the basic setting first. I’m using a machine with 3 or more network interfaces:
 
[admin@instaler] > in pr


informasi from jardiknas.sumbar -
Mitra SEAMOLEC PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Dafwen Toresa   

Mitra SEAMOLEC adalah individu dan institusi yang menjadi partner SEAMOLEC dalam melaksanakan program PJJ. Para MITRA SEAMOLEC ini diharapkan dapat menjamin pelaksanaan PJJ sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga didapat hasil lulusan yang setara kompetensinya dengan lulusan sistem pembelajaran tatap muka. Untuk mencapai hal tersebut, maka diperlukan standar minimum yang jelas untuk pelaksanaan program, termasuk standar untuk para pelaksana program PJJ dalam hal ini para MITRA SEAMOLEC.

Secara umum, kemitraan pada program Pendidikan Jarak Jauh di SEAMOLEC terdiri atas:

  1. Mitra 100
  2. Mitra 150
  3. Mitra 500
  4. Mitra 7000

Setiap angka yang tertulis adalah simbol, dan merupakan nilai minimal yang ditargetkan untuk setiap jenis kemitraan. Setiap mitra juga memiliki karakteristik yang khas dan persyaratan yang bersifat umum serta khusus untuk setiap jenisnya.

Mitra 100 adalah satu-satunya mitra yang bersifat individu. Hal ini dilatarbelakangi bahwa di dalam melaksanakan tugas untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, dibutuhkan orang-orang yang mampu menjadi penyambung informasi antara SEAMOLEC dengan institusi di daerah serta kepada masyarakat yang bersentuhan dengan program-program SEAMOLEC.

Selain itu, untuk menjaga keberlangsungan program dan untuk memonitor pelaksanaan seluruh program, dibutuhkan orang-orang yang berdedikasi tinggi serta memahami kondisi sosial di masing-masing daerah, baik yang berada di dalam lingkup wilayah Republik Indonesia maupun di dalam wilayah ASEAN.
im yang mampu untuk menyambung informasi ini, memiliki dedikasi yang tinggi serta mengenal kondisi geografis dan sosial di masing-masing daerah inilah yang disebut dengan Mitra100.

Program Pendidikan Jarak Jauh merupakan program dalam bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tentu saja membutuhkan lembaga penyelenggara pendidikan. Namun, penyelenggara pendidikan yang dimaksud haruslah penyelenggara yang memiliki kemampuan di dalam PJJ, memiliki komitmen untuk menjaga mutu serta memiliki sarana dan prasarana yang mencukupi untuk melaksanakan seluruh program. Oleh sebab itu, maka dibentuklah Mitra 150 yang terdiri atas Perguruan Tinggi dan P4TK maupun insititusi penyelenggara pendidikan dan pelatihan lainnya yang nantinya akan menjadi Mitra dari SEAMOLEC untuk penyelenggaraan PJJ dengan mengedepankan mutu, kualitas dan pencapaian kompetensi lulusan.

Kondisi geografis Indonesia yang amat luas serta terbagi atas berbagai propinsi maupun kabupaten jelas merupakan sebuah tantangan di dalam menerapkan program pendidikan dan pelatihan, khususnya dalam perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan. Mitra150 yang dibentuk, sebagian besar hanya berada di Ibukota propinsi maupun kota-kota besar saja, sehingga agar akses dapat lebih merata serta ada penjaminan terhadap mutu pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan, dibutuhkan institusi di seluruh kabupaten dan kota yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan peserta. Insitusi inilah yang disebut dengan Mitra500 yang terdiri atas ICT Center, SBI, ETC, SLTA Terbaik maupun KKG/MGMP yang telah memenuhi standar Mitra500 dari SEAMOLEC.

Tahapan berikutnya setelah Mitra 500 adalah mengembangkan program kemitraan ini hingga ke seluruh kecamatan yang ada, sehingga akses terhadap pendidikan menjadi lebih mudah dan lebih murah bagi masyarakat sekitar. Untuk mewujudkan hal inilah maka dibentuk Mitra 7000 yang berlokasi pada KKG/MGMP disetiap kecamatan.

 




Get This? Newsflash Scroller PRO for Mambo 4.5.1, © 2004 webraydian.com